Penerapan Sanitasi Hygiene dan Keselamatan Kerja di Area Dapur

Sanitasi merupakan suatu usaha dalam mencegah terjadinya penyakit terutama pada ruang lingkup kehidupan manusia. Sanitasi diselenggarakan demi mewujudkan kualitas lingkungan hidup yang sehat. Sementara itu, pengertian Hygine merupakan upaya yang dilakukan oleh individu bertujuan menjaga dirinya dari serangan penyakit. Sanitasi dan Hygiene tentu saja tidak dapat dipisahkan karena kedua hal tersebut merupakan upaya kita dalam menjaga kesehatan baik di lingkungan sosial/sekitar maupun di tempat kerja khususnya di area dapur. Selain kedua hal tersebut, adapun pengertian Keselamatan Kerja merupakan sesuatu yang tidak dapat dilepaskan dalam upaya mewujudkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Pentingkah sanitasi, hygiene dan keselamatan kerja dalam suatu dapur pengolahan makanan? Tentu saja sangat penting karena, pengolahan makanan yang tepat akan mencegah terjadinya kontaminasi makanan atau penularan penyakit melalui makanan. Pada proses pengolahan makanan, peran seorang juru masak atau chef sangat penting karena, tidak hanya sekedar mampu dalam mengolah suatu makanan yang lezat rasanya, menghidangkan makanan dengan penampilan yang menarik, namun juru masak/chef juga harus memastikan makanan yang ia sajikan layak untuk dimakan. Maksud dari makanan itu layak untuk dimakan adalah makanan tersebut aman dan sehat untuk dikonsumsi. Seorang juru masak/chef haruslah selalu menjaga kesehatan dan kebersihan diri serta menjaga perilakunya selama proses produksi makanan. Terdapat beberapa Sanitasi Hygiene dapur yang memenuhi syarat kesehatan yaitu :
1. Kebersihan serta kesehatan dari bahan makanan yang dihasilkan oleh area dapur sehingga tidak menimbulkan adanya kontaminasi bakteri yang masuk kedalam makanan yang akan disajikan kepada tamu
2. Kebersihan dan kerapian store room, baik dari bahan kering maupun bahan kaleng yang harus diperhatikan jangka pemakaian kadaluarsa bahan makanan tersebut
3. Kebersihan area dapur yang meliputi : lantai, dinding, ventilasi, langit-langit, pembuangan sampah, serta saluran air dari limbah
4. Mempunyai cukup persediaan air bersih untuk mencuci bahan makanan
5. Tidak meletakkan zat-zat berbahaya insektida berdekatan dengan bahan makanan
Dapur merupakan tempat tempat kerja produksi makanan yang memiliki intensitas resiko kerja yang cukup tinggi. Suatu ruangan yang bisa dikatakan sebagai ruang dapur apabila didalamnya dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang ditujukan untuk kepentingan pengolahan bahan makanan hingga menjadi sajian siap hidang. Dapur sebagai tempat produksi makanan yang bertanggung jawab atas sanitasi hygiene makanan yang akan disajikan kepada tamu.
Keadaan suatu ruang dapur yaitu didalamnya dilengkapi dengan sarana dan prasarana pengolahan bahan makanan, diperlukan adanya standar operasional peralatan (SOP) yang tepat, fasilitas-fasilitas pendukung, tata letak dapur yang berkaitan yang berkaitan dengan arus kerja sehingga pekerjaan berjalan secara efisien dan akan menghindari resiko kecelakaan kerja. Oleh karena itu, salah satu upaya dalam mengoptimalkannya adalah dengan memperbaiki serta meningkatkan kondisi sanitasi hygiene dan K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja) area dapur.
Kesehatan dan keselamatan kerja wajib dilaksanakan disetiap area kerja yang mana telah dijabarkan pada UU Keselamatan Kerja Nomor 1 Tahun 1970, UU Kesehatan Kerja Nomor 23 Tahun 1992 dan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Pelayanan kesehatan karyawan diadakan pemeriksaan berkala minimal satu kali dalam setahun dan bagi karyawan pengolah makanan (food handler) harus dilakukan pemeriksaan berkala enam bulan sekali khusus untuk pemeriksaan gejala pembawa penyakit atau carrier. Selain itu, setiap perusahaan berkewajiban membina tenaga kerja dalam pemberian P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1970 pasal 9. P3K merupakan upaya pertolongan dan perawatan sementara dengan cepat dan tepat sebelum ditangani oleh para tenaga medis bertujuan mencegah maut atau kejadian yang lebih buruk dapat dihindari. Dengan terjaminnya K3 oleh perusahaan, akan menyebabkan karyawan merasa nyaman dan memiliki rasa tanggung jawab maka dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas dalam bekerja.
Sources : - https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-tata-boga/article/download/25270/23159
- https://id.scribd.com/presentation/501983752/Presentation1-Hygiene-sanitasi-dapur
- https://www.slideserve.com/adlai/higiene-sanitasi-dan-keselamatan-kerja-dalam-dunia-perhotelan